0
Dikirim pada 31 Desember 2011 di Uncategories

 

Seribu Pernak Pernik Ponsel Android Beginikah rasanya putus cinta? Ada rasa kehilangan yang amat sangat, seperti ditinggal mati, tapi sedikit berbeda karena dia yang meninggalkanku masih bisa kulihat tapi sudah tidak bisa kudekati. Dada ini rasanya kosong dan janggal, sepertinya tulang rusukku dicabut beberapa bilah sampai-sampai keseimbangan tubuhku hilang dirampas keputus asaan.

 

Seribu Pernak Pernik Ponsel Android Saat itulah gadis itu datang. “Siapa kau?” tanyaku dalam hati. Gadis cantik itu hanya tersenyum mendekat. Dia memakai dandanan serba hitam, rok dan jaket bertudung. Tapi wajahnya yang putih merona ceria menularkan sesuatu nuansa yang merasuki diriku. “Kenapa kamu membawa balon?” ingin kutanyakan tapi suaraku takkeluar. Lima balon gas itu melayang jadi benda-benda penyempurna gradasi langit yang mulai memerah, terikat pada benang yang digenggamnya erat. Dia makin mendekatiku hingga tanpa sadar aku bangkit untuk menyambutnya. Sesekali terurai rambut panjang lurus yang bersembunyi di balik tudung, wangi melati semerbak seiring langkahnya yang beraturan. Mungkin aku ingin meraih kehadirannya.

 

Jam berapa ini? Sedari tadi langit selamanya senja, waktu berhenti di saat terindah, dia dan aku terpaku pada mata masing-masing yang takhenti memancing hasrat lebih lanjut. Tahu-tahu kami sudah akrab seperti telah sekian lama saling mengenal. Kami duduk berdua di atas rerumputan, bersanda gurau, saling menggoda, dan terpesona. Aku sampai tidak lagi merasa perlu untuk menanyakan siapa dia dan mengapa dia tiba-tiba ada di puncak bukit yang sepi ini.

 

Dilatarbelakangi indahnya merah senja, bersamaan kami melepas balon-balon tadi. Langit sore memerah semarak menyampaikan sesuatu dalam kesunyian, hingga suasana romantis seolah disajikan. Kemudian dia bersandar di bahuku, rambutnya yang harum bercengkrama dengan leherku. Aku mengantuk, dan mungkin ingin tidur di puncak bukit ini bersamanya yang sekejap saja telah mengisi kekosongan dalam dadaku. Kemudian waktu berjalan lagi, lihat saja matahari yang lenyap



Dikirim pada 31 Desember 2011 di Uncategories
comments powered by Disqus


connect with ABATASA